Kanker serviks atau karsinoma serviks uteri merupakan salah satu penyebab utama kematian wanita yang berhubungan dengan kanker. Di seluruh dunia, diperkirakan terjadi sekitar 500.000 kanker serviks baru dan 250.000 kematian setiap tahunnya yang ± 80% terjadi di negara-negara sedang berkembang. Di Indonesia, insidens kanker serviks diperkirakan ± 40.000 kasus pertahun dan masih merupakan kanker wanita yang tersering. Dari jumlah itu, 50% kematian terjadi di negara-negara berkembang. Hal itu terjadi karena pasien datang dalam stadium lanjut.
Gejala dan tanda Kanker Serviks
Lesi pra-kanker dan kanker stadium dini biasanya asimtomatik dan hanya dapat terdeteksi dengan pemeriksaan sitologi. Boon dan Suurmeijer melaporkan bahwa sebanyak 76% kasus tidak menunjukkan gejala sama sekali. Jikasudah terjadi kanker akan timbul gejala yang sesuai dengan penyakitnya, yaitu dapat lokal atau tersebar.
Gejala yang timbul dapat berupa perdarahan pasca-sanggama atau dapat juga terjadi perdarahan di luar masa haid dan pasca menopause. Jika tumornya besar, dapat terjadi infeksi dan menimbulkan cairan (duh) berbau yang mengalir keluar dari vagina. Bila penyakitnya sudah lanjut, akan timbul nyeri panggul, gejala yang berkaitan dengan kandung kemih dan usus besar.32;33 Gejala lain yang timbul dapat berupa gangguan organ yang terkena misalnya otak (nyeri kepala, gangguan kesadaran), paru (sesak atau batuk darah), tulang (nyeri atau patah), hati (nyeri perut kanan atas, kuning, atau pembengkakan), dan lain-lain.
6 Cara yang dapat mencegah kanker serviks dengan efektif.
1. Periksa PAP’s Smear Rutin
Pap smear merupakan pemeriksaan yang dapat mendeteksi perubahan serviks sedini mungkin sebelum sel-sel serviks berubah menjadi kanker. Ini merupakan pemeriksaan skrining (saringan awal) kanker serviks. Konsultasikan dengan dokter kandungan Anda kapan saja Anda perlu melakukan tes PAP’s smear dengan memperhatikan usia dan faktor risiko lainnya.
2. Menindaklanjuti hasil PAP’s Smear yang Abnormal
Jika tenyata ditemukan hasil Pap smear yang abnormal, maka langkah penting selanjutnya yaitu menindaklanjuti apapun yang dokter anjurkan. Karena penanganan secara dini prospeknya akan lebih baik dibandingkan dengan menunda-nunda.
3. Batasi jumlah “Partner”
Penelitian telah menunjukkan wanita yang memiliki banyak pasangan akan meningkatkan risiko terkena kanker serviks. Karena hal ini akan memungkinkan seorang wanita lebih mudah terkena HPV.
4. Gunakan Kondom
Jika serang wanita aktif secara s*ks*al apalagi dengan beberapa partner, maka menggunakan kondom merupakan salah satu upaya untuk mencegah kanker serviks. Disamping itu dapat mengurangi risiko HIV dan penyakit menular s*ks*al lainnya.
5. Berhenti merokok / menghindari asap rokok
Sudah banyak yang tahu bahwa asap rokok dapat meningkatkan resiko terkena kanker apa saja, termasuk kanker serviks. Apalagi jika merokok dikombinasikan dengan infeksi HPV, maka hal akan benar-benar dapat mempercepat kanker serviks. Oleh karena itu menghindari asap rokok atau berhenti merokok adalah salah satu cara mencegah kanker serviks.
6. Vaksinasi HPV
Vaksin HPV akan membuat tubuh membentuk antibodi terhadap virus HPV sehingga virus yang masuk akan dibunuh dan tidak sampai menimbulkan kanker serviks. Langkah pencegahan kanker serviks dengan vaksinasi ini diberikan kepada gadis-gadis muda. Vaksin ini paling efektif jika diberikan kepada wanita muda yang belum aktif secara se*s*al (belum menikah). Dengan melakukan 6 cara mencegah kanker serviks seperti di atas semoga kita semua, wanita indonesia, dapat terhindar dari kanker seviks.

Add Your Comments